Peran Dan Manfaat pendidikan ilmu agama islam




ILMU WAJIB DICARI OLEH SETIAP ORANG MUSLIM TANPA TERKECUALI.

Sebelum kita mengetahui manfaat dan peran ilmu keagamaan mari kita pelajari terlebih dahulu apa yang menjadi  kewajiban seorang muslim. Perlu kita ketahui bahwa sekolahan adalah lembaga pendidikan yang digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar antara siswa dan guru. Di indonesia moyaritas penduduknya beragama islam. Sehingga banyak sekolahan yang didalamnya mengajarkan tentang pendidikan agama islam. Islam itu sendiri adalah agama penyelamat bagi manusia baik didunia maupun diakhirat. Pembawa agama islam adalah nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Ajaran islam didasarkan pada dua sumber utama yaitu :
1. Al-Qur'an adalah kitab suci Allah SWT yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril As secara berangsur-angsur,sebagai petunjuk kehidupan bagi manusia untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat
2. Al-Hadits adalah perkata, perbuatan, atau persetujuan dari nabi Muhammad SAW.
Mencari ilmu itu diwajibkan bagi orang islam laki - laki dan permpuan. Kewajiban ini berlaku sepanjang hayat bagi semua umat islam tanpa terkecuali, walaupun seseorang telah berusia lanjut selama ia masih mampu '' BELAJAR'' walib baginya menuntut ilmu. Ilmu keagamaan (islam) secara garis besar Membahas masalah - masalah  yang berhubungan dengan akidah, syari'at, dan akhlaq. Cabangnya banyak sekali, seperti ilmu aqidah, ilmu akhlak, ilmu fiqih, ilmu al-qur'an, ilmu hadits, dll. Ilmu keagamaan tersebut harus diutamakan untuk dipelajari. Sebab ilmu tersebut akan menjadi landasan terhadap penguasaan ilmu-ilmu lain bisa disalah gunakan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Karena menuntut ilmu itu hukumnya wajib maka bagi siapa yang tidak melaksanakan kewajiban adalah berdosa dan akan mendapat siksa. Baik dalam menuntut ilmu-ilmu keagamaan maupun ilmu lainnya, kita mempelajari ilmu - ilmu agama untuk kepentingan dunia dan akhirat. Dosa atau siksa akibat tidak mempelajari ilmu ini akan diterima waktu masih di dunia dan kelak diakhirat. Siksa dunia bisa berupa keadaan yang tidak tentram, selalu dalam keadaan kekurangan atau kesusahan, siksa akhirat akibat tidak tidak mempelajari ilmu agama bisa berupa siksaan dialam barzah maupun siksa api neraka dihari kiamat nanti.

PERAN ILMU KEAGAMAAN

1. Peran Ilmu Keagamaan Dalam Menyikapi Masuknya Kebudayaan Luar

Dalam menanggapi pengaruh kebudayaan luar dalam era globalisasi ini. Kita tidak dapat mengisolasi diri. Hal ini disebabkan oleh adanya kemajuaan teknologi dan komunikasi. Informasi yang datang dari luar dapat dengan mudah kita terima, misalnya melalui internet, TV, Radio dll. Keadaan semacam inilah yang disebut modernisasi yang akan berkembang terus hingga melahikan era globalisasi. Kelahiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan manusia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan negatif. Kita lihat saja masuknya teknologi internet. Internet merupakan teknologi yang mampu memmerikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apalagi bagi anak muda, internet sudah menjadi santap mereka sehari-hari. Jika digunakan semestinya tentunya kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misalnya untuk membuka situs-situs porno. Pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Kita sebagai seorang muslim tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang dilarang syari'at islam. Seperti menggunakan internet tidak semestinya yang sudah kita bicarakan diatas. Hal tersebut dapat berdampat buruk bagi penggunanya sendiri dan orang lain yang terlibat karena dapat menjerumuskan dalam kemaksiatan seperti berzina. Untuk dapat terhindar dari perbuatan buruk tersebut tentunya  diperlukan pendidikan yang sesuai dengan ajaran islam dan kekiasaan berakhlak baik. Al Ghozali juga menegaskan bahwa akhlakul karimah (akhlak keagamaan) tidak akan melekat pada diri, manakala diri seseorang tidak memiliki kebiasaan berakhlak yang baik. Dan untuk mampu berakhlakul karimah juga wajib meninggalkan semua perbuatan yang buruk (akhlakul madzmumah)

2. Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Prilaku Yang Baik

Dengan pendidikan agama akan membentuk karakter akhlakul karimah bagi siswa sehingga mereka mampu memfilter mana pergaulan yang baik dan mana yang tidak baik. Khususnya terhadap para siswa Sekolah Dasar (SD) pendidikan agama sangat penting sebagai benteng sejak dini dari hal-hal yang tidak baik. Terlebih saat ini, realitas menunjukkan bahwa anak-anak usia dini sudah banyak terlibat dengan prilaku tidak baik, seperti tawuran, perilaku amoral/asusila, narkoba, pornografi dan pornoaksi dan lain-lain. Berdasarkan hasil survey Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan kita dan Buah hati menunjukkan bahwa 67 % siswa SD pernah mengakses pornografi melalui media komik dan internet. Survey yang dilakukan meliputi 2.818 siswa SD kelas 4-6 di Indonesia sejak Januari 2008 s/d Februari 2010. Akibat lebih jauh dari minimnya pendidikan agama sejak SD, maka prilaku menyimpang di usia SMP semakin meningkat. Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak merilis data bahwa 62,7 % remaja putri SMP di Indonesia sudah tidak perawan. Hasil lain, ternyata 93,7 % siswa SMP dan SMA pernah berciuman, 21,2 % remaja SMP mengaku pernah aborsi dan 97% remaja SMP dan SMA pernah melihat film porno. Kenyataan ini seyogyanya menyadarkan kita untuk membekali anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) khususnya dengan dasar ilmu agama yang layak. Para ahli pendidik Islam telah sepakat bahwa maksud dari pendidikan dan pengajaran bukanlah memenuhi otak anak didik tetapi maksudnya adalah mendidik akhlak dan jiwa mereka, dengan kesopanan yang tinggi, rasa fadilah (keutamaan), mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang seluruhnya ikhlas dan jujur. Pada akhirnya tujuan pendidikan Islam itu tidak terlepas dari tujuan nasional yang menciptakan manusia Indonesia seutuhnya, seimbang kehidupan duniawi dan ukhrawi. Dalam al-Qur'an sudah terang dikatakan bahwa manusia itu diciptakan untuk mengabdi kepada Allah Swt. Hal ini terdapat dalam Al-qur’an Surat Adz-zariyat : 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah-Ku”. Pendidikan agama yang menyajikan kerangka moral sehingga seseorang dapat dapat membandingkan tingkah lakunya. Pendidikan agama yang terarah dapat menstabilkan dan menerangkan mengapa dan untuk apa seseorang berada di dunia ini. Pendidikan agama menawarkan perlindungan dan rasa aman, khususnya bagi para siswa dalam menghadapi lingkungannya. Agama merupakan salah satu faktor pengendalian terhadap tingkah laku anak-anak didik hari ini. Hal ini dapat dimengerti karena agama mewarnai kehidupan masyarakat setiap hari. Dari uraian di atas jelaslah bahwa pembinaan dan bimbingan melalui pendidikan agama sangat besar pengaruhnya bagi para siswa sebagai alat pengontrol dari segala bentuk sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari, artinya nilai-nilai agama yang diperolehnya menjadi bagian dari pribadinya yang dapat mengatur segala tindak tanduknya secara otomatis. Kaitannya dengan meminimalisir dekadensi moral sangat besar sekali. Pendidikan agama mengarahkan kepada setiap siswa untuk komitmen terhadap ajaran agamanya. Tidak terbuai dengan lingkungan yang tidak baik. Tidak berprilaku buruk dalam setiap aktivitasnya. Pendek kata, dengan pendidikan agama prilaku siswa dapat diarahkan. Masyarakat harus segera disadarkan bahwa ancaman global khususnya kemajuan tekhnologi informasi dan komunikasi kalau tidak dibarengi dengan benteng ilmu agama akan berakibat fatal terhadap lajunya prilaku dekadensi moral. Rendahnya kemampuan memfilter mana yang baik dan mana yang tidak baik inilah yang akan memunculkan berbagai tindakan penyimpangan anak-anak didik. Contoh, rasa ingin tahu anak didik akan membuatnya mencari informasi melalui media komunikasi (internet). Manakala jiwanya gersang dari agama maka akan membuat anak didik justru melihat hal-hal yang berbau pornografi/aksi. Di saat itu pikirannya teransang dan dikuasai nafsu syahwat yang akan mendorongnya untuk mencoba-coba apa yang disaksikannya. Akhirnya, tindakan amoral/asusila pun terjadi dan sering dilakukan oleh anak-anak yang masih berumur dini. Bila ditarik titik permasalahan yang signifikan terhadap munculnya dekadensi moral anak-anak hari ini adalah tidak maksimalnya pendidikan agama diajarkan kepada para siswa khususnya sejak usia di Sekolah Dasar (SD). Muatan pelajaran agama di Sekolah Dasar (SD) sangat minim untuk menjadi bekal mereka menghadapi kacau dan semrawutnya hiruk pikuk dunia ini. Apalagi tenaga pengajar agama hanya mampu mengajar namun sedikit semangat dalam mendidik. Dalam artian, pemberian pendidikan agama hanya berbentuk kajian teoritis namun tidak diupayakan dalam bentuk praktis. Apa yang dilakukan para siswa di luar sekolah ini tidak menjadi perhatian para pendidik agama. Dengan demikian, upaya praktis dalam mewujudkan nilai-nilai moral yang islami lewat pendidikan agama harus senantiasa diupayakan agar penanaman pendidikan agama betul-betul maksimal. Sehingga para siswa mampu untuk mengantisipasi pengaruh buruk dari lingkungan yang ada di sekitar mereka. Saat ini, kita sangat prihatin melihat dekadensi moral yang melanda usia anak-anak. Suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar bahwa pembekalan ilmu agama sejak dini harus dilakukan semaksimal mungkin. Catatan khusus bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) yang merupakan dasar perpijakan menuju tangga yang lebih tinggi harus punya ilmu agama yang sangat memadai. Realitas hari ini, anak-anak usia SD sangat minim ilmu agamanya. Jadi, anak-anak SD harus dibekali ilmu agama lebih banyak.

MANFAAT MEMPELAJARI ILMU AGAMA

1. Selamat baik didunia maupun diakhirat.
2. kita menjadi lebih mengenal secara dalam    ajaran islam.
3. Takut melakukan perbuatan yang dilarang allah.
4. Selalu ingat kepada Allah sehingga selalu menjalankan perintah allah dan menjauhi larangan allah.

Anda sedang membaca artikel tentang Peran Dan Manfaat pendidikan ilmu agama islam dan anda bisa menemukan artikel Peran Dan Manfaat pendidikan ilmu agama islam ini dengan url http://walfchild.blogspot.com/2011/11/peran-dan-manfaat-pendidikan-ilmu-agama.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Peran Dan Manfaat pendidikan ilmu agama islam ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Peran Dan Manfaat pendidikan ilmu agama islam sebagai sumbernya.

Dapatkan artikel terbaru Ahmad Farid's Blog via RSS. Masukkan alamat email anda di bawah ini lalu tekan subcribe:

Related Post:

Komentari



Bookmark and Share

Responses

3 Respones to "Peran Dan Manfaat pendidikan ilmu agama islam"

Ahmad Farid said...

Hello semua !
Pa kabar ?


November 14, 2011 at 4:47 AM Reply
Ary said...

Thanxs for sharing ...


November 15, 2011 at 6:23 AM Reply
Fatnah Al-fatih said...

syukron


March 10, 2014 at 8:43 PM Reply

Post a Comment

 

About Me

My Photo
Ahmad Farid
I am Ahmad Farid. I came from Jepara but i live in Segawe. I love sharing so, I will share my science in this site.

Followers

Return to top of page Copyright © 2012 | Juscinth Grey Template design by Segawe Cyber Team